Mengenal Kampung Malvinas

Kampung Malvinas, adalah lokasi pemukiman penduduk di tepi sungai Tikala. Terbagi atas dua kampung, yaitu kampung Malvinas I dan II. Keduanya masuk dalam wilayah administrasi kelurahan Paal IV. Malvinas Satu berada di kelurahan Paal IV lingkungan 5, sedangkan Malvinas Dua berada di kelurahan Paal IV lingkungan 6 Latif Damili, umur 84 tahun, warga masyarakat Malvinas

2017-07-26T06:12:01+00:00 July 26th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kampung Merdeka

Kampung Merdeka, adalah lokasi pemukiman penduduk di tepi sungai Tikala. Sangat rawan banjir. Masuk dalam wilayah administrasi kelurahan Dendengan Dalam (Dendal). Masyarakat Kampung Merdeka juga menyebutnya Denmar, yang merupakan akronim dari Dendengan Merdeka, maksudnya Dendengan kampung Merdeka. Menurut Amirulah Saleh, umur 60 tahun dan Roy Saleh, umur 56 tahun, keduanya warga kampung Merdeka lingkungan I 

2017-08-02T00:02:28+00:00 July 26th, 2017|Mengenal Manado|

John Lie Pahlawan Nasional Asal Kota Manado

John Lie, adalah nama akrabnya. John Lie Tjeng Tjoan, adalah nama lengkapnya. Jahja Daniel Dharma, adalah nama WNI-nya. Lahir di Kanaka-Manado pada tanggal 9 Maret 1911. Meninggal di Jakarta pada tanggal 27 Agustus 1988. Hasratnya menjadi pelaut begitu kuat. Sejak umur 10 tahun, ia sudah tertarik dunia maritim. “Nanti suatu waktu saya saya jadi kapten.

2017-07-21T03:41:41+00:00 July 21st, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Nama Pulau di Manado

Pulau merupakan daratan yang besarnya lebih kecil dari luas benua, tapi lebih besar dari luas karang di perairan sekitar yang mengelilinginya. Menurut konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional 1982 (UNCLOS’82), pasal 121 mengartikan pulau sebagai daratan yang terbentuk secara alami dan dikelilingi oleh air, dan selalu berada di atas permukaan air pada saat air pasang

2017-07-18T08:07:45+00:00 July 18th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Nama Gunung di Manado

Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas permukaan bumi. Terletak lebih tinggi dari wilayah sekitarnya. Terbentuk dari gerakan tektonik lempeng. Menurut Van Zuidam (1985), gunung merupakan daratan yang memiliki ketinggian antara 500-1000 meter dari permukaan laut (dpl). Bila ketinggian suatu daratan kurang dari 500 meter bukan gunung, tetapi bukit. Kota Manado memiliki 2

2017-07-18T08:17:32+00:00 July 18th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kampung Arab Manado

Kampung Arab Manado, adalah kampung sangat khusus dan unik. Keunikkannya terletak pada agama dan identitas kulturalnya. Kekhususannya, karena mereka pada jaman Belanda memiliki kepala kampung sendiri, yang disebut wijkmeester bergelar titular luitenant (bahasa Belanda), yang artinya letnan. Kekhususan lainnya, meski mereka pada jaman Belanda masuk wilayah Manado, namun tidak tunduk pada Hukum Besar. Mereka diperintah

2017-07-13T07:51:28+00:00 July 13th, 2017|Mengenal Manado|

Sembilan Smart Solution Cerdas Command Center

Untuk mendukung visi-misi Walikota dan Wakil Walikota, yaitu Manado Cerdas, pemerintah kota Manado melalui Dinas Kominfo melaksanakan 9 smart solution cerdas command center. Cerdas merupakan akronim dari Cendekia, Ekowisata, Religi, Daya saing, Aman, Sehat sejahtera.  Sembilan smart solution yang dimaksud adalah sebagai beriut. 1.Qlue Manado Qlue adalah aplikasi pelaporan masyarakat berbasis sistem operasi android. Melalui

2017-07-12T02:37:14+00:00 July 12th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Cerdas Command Center Manado

Cerdas Command Center (C3) adalah pusat kontrol  aktivitas warga kota  Manado yang canggih, yang dioperasikan dari  lantai dua  kantor Walikota Manado oleh tenaga-tenaga ahli di bidang teknologi informasi. Pembangunan C3 dimulai bulan Oktober 2016 di eks ruang rapat Tolu (Toar-Lumimuut). Pemakaiannya dilaunching oleh Walikota Manado, Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA pada

2017-07-13T00:17:42+00:00 July 12th, 2017|Mengenal Manado|

Manado, Dari Kecil Jadi Besar dan Terkenal

Sebelum bertumbuh dan berkembang menjadi kota mandiri, Manado adalah bahagian  dari Minahasa. Wilayahnya relatif kecil. Sebelum tahun 1926, luasnya hanya 2 km persegi, lalu diperbesar menjadi 5 kali lipat (10,60 km persegi) berdasarkan besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 5 tanggal 19 Oktober 1926. Luas wilayah yang relatif kecil ini bertahan sampai pendudukan Jepang dan

2017-07-11T01:51:54+00:00 July 11th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Penduduk Manado Pada Masa Kolonial Belanda

Pemerintah kolonial Belanda saat menjajah Indonesia, termasuk kota Manado, membagi masyarakat ke dalam beberapa tingkatan atau kelas. Orang Belanda dan bangsa Eropa lainnya masuk dalam kategori kelas terhormat. Urutan berikutnya adalah kelas istimewa, yakni Borgo. Kelas selanjutnya adalah penduduk yang termasuk dalam golongan timur asing (vreemde oosterlingen), yaitu orang Tionghoa, Arab dan India. Kelas paling

2017-07-04T07:42:13+00:00 July 4th, 2017|Mengenal Manado|