Sembilan Smart Solution Cerdas Command Center

Untuk mendukung visi-misi Walikota dan Wakil Walikota, yaitu Manado Cerdas, pemerintah kota Manado melalui Dinas Kominfo melaksanakan 9 smart solution cerdas command center. Cerdas merupakan akronim dari Cendekia, Ekowisata, Religi, Daya saing, Aman, Sehat sejahtera.  Sembilan smart solution yang dimaksud adalah sebagai beriut. 1.Qlue Manado Qlue adalah aplikasi pelaporan masyarakat berbasis sistem operasi android. Melalui

2017-07-12T02:37:14+00:00 July 12th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Cerdas Command Center Manado

Cerdas Command Center (C3) adalah pusat kontrol  aktivitas warga kota  Manado yang canggih, yang dioperasikan dari  lantai dua  kantor Walikota Manado oleh tenaga-tenaga ahli di bidang teknologi informasi. Pembangunan C3 dimulai bulan Oktober 2016 di eks ruang rapat Tolu (Toar-Lumimuut). Pemakaiannya dilaunching oleh Walikota Manado, Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA pada

2017-07-13T00:17:42+00:00 July 12th, 2017|Mengenal Manado|

Manado, Dari Kecil Jadi Besar dan Terkenal

Sebelum bertumbuh dan berkembang menjadi kota mandiri, Manado adalah bahagian  dari Minahasa. Wilayahnya relatif kecil. Sebelum tahun 1926, luasnya hanya 2 km persegi, lalu diperbesar menjadi 5 kali lipat (10,60 km persegi) berdasarkan besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 5 tanggal 19 Oktober 1926. Luas wilayah yang relatif kecil ini bertahan sampai pendudukan Jepang dan

2017-07-11T01:51:54+00:00 July 11th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Penduduk Manado Pada Masa Kolonial Belanda

Pemerintah kolonial Belanda saat menjajah Indonesia, termasuk kota Manado, membagi masyarakat ke dalam beberapa tingkatan atau kelas. Orang Belanda dan bangsa Eropa lainnya masuk dalam kategori kelas terhormat. Urutan berikutnya adalah kelas istimewa, yakni Borgo. Kelas selanjutnya adalah penduduk yang termasuk dalam golongan timur asing (vreemde oosterlingen), yaitu orang Tionghoa, Arab dan India. Kelas paling

2017-07-04T07:42:13+00:00 July 4th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Orang Borgo Manado Tempo Dulu

Borgo berasal dari kata burger (bahasa Belanda), yang artinya sipil. Bagi masyarakat Manado, Borgo adalah sebutan bagi orang-orang keturunan asing (Belanda, Portugis, Spanyol, Perancis, dan bangsa Eropa lainnya), atau warga lokal yang diberi nama asing oleh pemerintah di zaman penjajahan, atau warga yang membantu kompeni. Mereka dipersenjatai oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Walaupun dipersenjatai, tapi

2017-07-03T08:18:25+00:00 July 3rd, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Fam Orang Manado-Minahasa

Sejak kapan dan mengapa orang Manado dan Minahasa menggunakan fam? Penggunaan nama Fam mulai digunakan pada tahun 1831 oleh dua penginjil asal Jerman yang diutus Nederlandsch  Zendeling  Genotschap (NZG), badan pekabaran Injil asal Belanda. Mereka adalah Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz. Namun, jauh sebelum kedatangan Riedel dan Schwarz, orang Manado-Minahasa secara turun -temurun

2017-07-05T01:44:59+00:00 July 3rd, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kecamatan Sario

Nama kecamatan Sario merupakan akronim atau kependekan dari kata salu dan rio (bahasa Tombulu). Salu artinya kuala (sungai). Rio artinya ribut. Jadi, arti Sario adalah kuala atau sungai yang ribut. Disebut demikian karena pada saat musim hujan, sungai Sario terdengar ribut oleh suara bebatuan yang hanyut dibawa banjir. Sungai Sario mengalir dari kaki gunung Mahawu-Tomohon.

2017-05-19T08:54:53+00:00 May 19th, 2017|Mengenal Manado, Uncategorized|

Mengenal Kecamatan Wenang

Wenang adalah nama salah satu kecamatan di kota Manado. Luas wilayahnya 292,90 Ha. Penduduknya pada tahun 2015 berdasarkan data BPS Manado berjumlah 33.053 jiwa. Terdiri dari 12 (dua belas) kelurahan, yaitu: Bumi Beringin, Teling Bawah, Tikala Kumaraka, Mahakeret Barat, Mahakeret Timur, Wenang Utara, Wenang Selatan, Lawangirung, Komo Luar, Pinaesaan, Calaca dan kelurahan Istiqlal. Wenang merupakan

2017-05-19T08:53:56+00:00 May 19th, 2017|Mengenal Manado, Uncategorized|

Mengenal Kecamatan Paal Dua

Status kecamatan Paal Dua dimulai dari lingkungan. Tahun 1960-an, namanya adalah lingkungan Paal Dua Ranomuut. Kemudian statusnya meningkat menjadi salah satu kelurahan di kecamatan Tikala. Tahun 2012 berdasarkan Perda Kota Manado Nomor 2 Tahun 2012 tentang perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan kecamatan di kota Manado, kelurahan Paal Dua dimekarkan

2017-05-19T08:53:02+00:00 May 19th, 2017|Mengenal Manado, Uncategorized|

Mengenal Kecamatan Tikala

Umumnya orang yang ditanyai tentang arti Tikala akan  mengatakan bahwa Tikala sama dengan Tikela. “Seharusnya Tikela bukan Tikala, tapi karena pengaruh dialek dan perubahan pelafalan berubah menjadi Tikala.” ujar seorang sumber.  Benarkah arti Tikala sama dengan Tikela? Kata Tikala dan Tikela walaupun nampak sama, namun memiliki arti yang berbeda. Tikela berasal dari kata ti’kela (bahasa

2017-05-31T16:27:43+00:00 May 19th, 2017|Mengenal Manado, Uncategorized|