Mengenal Kelurahan Kairagi

Sebelum masuk wilayah  kota Manado, Kairagi adalah wilayah administrasi kecamatan Dimembe kabupaten Minahasa (kini Minahasa Utara). Kairagi berasal dari kata kayuragi (bahasa Tonsea), yang artinya kayu ragi, yaitu sejenis kayu yang dalam bahasa Tonsea-Minahasa disebut kayuragi. Belum ditemukan data tentang bahasa Indonesia dan bahasa ilmiahnya. Nama yang sebenarnya adalah Kayuragi bukan Kairagi. Namun karena pengaruh

2017-12-13T06:27:48+00:00 November 30th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kelurahan Calaca

Pada awalnya Calaca adalah daerah rawa yang tidak layak dihuni. Tapi kemudian ditimbun oleh warga Manado etnis Cina, sehingga menjadi lokasi pemukiman. Demikian juga jalan di Calaca yang sebelumnya rawa dibangun oleh etnis Cina. Menurut Harsevein Manus Taulu (Taulu H.M), Calaca berasal dari bahasa Cina, yang artinya jalan berawa. Pemberian nama Calaca diilhami oleh kondisi

2017-12-13T06:23:50+00:00 November 30th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Eks Kampung Pondol

Kota Manado, yang kala itu masih bernama Wenang dan merupakan bagian dari Minahasa,  pada awalnya hanya memiliki 12 (dua belas) kampung, salah satunya adalah kampung Pondol. Pondol berasal dari kata pondol (bahasa Tombulu),  yang artinya ujung kampung. Kata pondol juga terdapat di dalam bahasa Sangihe dan Bantik, namun dengan tulisan dan lafal yang berbeda. Di

2017-11-29T08:04:18+00:00 November 29th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kelurahan Tingkulu

Tingkulu merupakan pemekaran dari kelurahan Teling Atas pada tahun 2001. Sebelum dimekarkan, namanya bukan Tingkulu, tetapi Teling Atas. Dulu yang disebut Tingkulu adalah daerah di sekitar jambatan menuju ke arah Paal IV kelurahan Taas lingkungan I. Nama Tingkulu diberikan oleh Eddy Masikome, mantan Lurah Teling Atas. Tingkulu berasal dari kata tingkulru (bahasa Sangihe), yang artinya

2017-12-13T06:19:30+00:00 November 29th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Pemukiman Kuhun

Menurut Harsevein Manus Taulu (Taulu H.M) dalam bukunya yang berjudul, ‘Minahasa Kontrak 10 Januari 1679’  (1978:38), pemukiman Kuhun didirikan oleh taranak Riring Wailan. Kuhun berasal dari kata kuhun (bahasa Tonsawang), yang artinya ilalang, atau dalam bahasa Manado dikenal dengan sebutan kusu-kusu (Imperata cylindrica). Dikisahkan bahwa Kuhun sebelum menjadi lokasi pemukiman adalah daerah hutan yang ditumbuhi

2017-11-29T01:38:56+00:00 November 29th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Keresidenan dan Nama Residen Manado

Residen dan keresidenan, adalah dua istilah dalam sistem pemerintahan kolonial Belanda. Residen adalah pegawai pamongpraja yang mengepalai daerah (bagian dari provinsi yang meliputi beberapa kabupaten). Sedangkan keresidenan adalah sebuah pembagian wilayah administratif dalam sebuah provinsi pada masa pemerintah Hindia Belanda hingga tahun 1950-an,  yang dikepalai oleh Residen. Pada awalnya, residen Manado merupakan bagian dari gubernuran

2017-12-13T06:11:55+00:00 November 28th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Pemukiman Loreng

Loreng merupakan pemukiman penduduk yang berada di kelurahan Bailang. Kelurahan Bailang lingkungan I sampai dengan VI merupakan wilayah pemukiman Loreng. Loreng berasal dari kata roreng (bahasa Tonsea dan Toulour), yang artinya alat penangkap ikan. Dalam perkembangannya, kata roreng mengalami perubahan bentuk menjadi loreng, dan diabadikan sebagai nama pemukiman yang diberi nama Loreng. Kata loreng semula

2017-11-27T01:38:26+00:00 November 27th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Kelurahan Bailang

Bailang berasal dari kata dasar baelang (bahasa Sangihe),  yang artinya membuat atau membuka kebun/lahan baru untuk ditanami rempah-rempah, ubi jalar, singkong dan jenis tanaman lainnya. Sebelum menjadi lokasi pemukiman, Bailang adalah daerah hutan. Sebagian lahannya digunakan oleh masyarakat sebagai lokasi untuk berkebun. Lama-kelamaan, kata baelang mengalami perubahan lafal dan bentuk menjadi bailang (huruf e berubah

2017-12-13T06:05:43+00:00 November 27th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Pemukiman LOS

Sebelum menjadi lokasi pemukiman, LOS adalah areal perkebunan milik Belanda bernama Verponding 33, yang dikelola oleh etnis Cina. LOS merupakan pemukiman pesisir yang menempati dua lorong dari arah jalan Sulawesi, tetapi di dalam lokasi pemukiman menuju arah pantai terbagi 4 (empat) lorong. LOS adalah akronim atau kependekan dari Lorong Orang Sangihe (LOS), merupakan wilayah pemukiman

2017-11-24T03:42:29+00:00 November 24th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Pemukiman Mayondi

Mayondi adalah lokasi pemukiman yang terletak di pinggiran kota Manado. Sebelum menjadi lokasi pemukiman, Mayondi adalah hutan rimba dan hanya menjadi lokasi perkebunan. Tapi lama-kelamaan berubah fungsi menjadi lokasi pemukiman yang ramai. Nama Mayondi diambil dari kata mayondi (bahasa Bantik), yang artinya kayu hitam (Diospyros celebica). Mayondi merupakan salah satu pemukiman penduduk yang berada di

2017-12-13T05:57:35+00:00 November 24th, 2017|Mengenal Manado|