About Soleman Montori

This author has not yet filled in any details.
So far Soleman Montori has created 85 blog entries.

Mengenal Wilayah Manado Saat  Sembilan Kecamatan Lima kecamatan hanya berlangsung selama 11 tahun, yaitu dari tahun 1989 sampai tahun 2000, karena pada tahun 2000 dimekarkan menjadi Sembilan kecamatan berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2000. Sembilan kecamatan tersebut adalah:  Malalayang, Sario, Wanea, Wenang, Tikala, Mapanget, Singkil, Tuminting dan Bunaken. 1.Kecamatan Malalayang Kecamatan Malalayang meliputi Malalayang Satu

2017-11-22T00:27:59+00:00 November 22nd, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Wilayah Manado Saat Lima Kecamatan

Seiring dengan perkembangan dan pertambahan jumlah penduduk,  batas wilayah kotamadya daerah tingkat II Manado pada tahun 1989 diperluas dari 23,748 km persegi menjadi 157, 26 km persegi dengan memasukkan sebagian wilayah kabupaten daerah tingkat II Minahasa. Penambahan luas wilayah pada tahun 1989 dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1988 Tentang Perubahan Batas

2017-11-21T23:51:51+00:00 November 21st, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Wilayah Manado Saat Tiga Kecamatan

Sebelum tahun 1919, Manado yang saat itu masih bernama Wenang memiliki 6 (enam) desa atau kampung, yaitu: kampung Belanda, Cina, Arab, Pondol, Wenang dan kampung Tikala. Tikala yang dimaksud hanya sampai di perempatan patung Maria Walanda Maramis. Menjelang dibentuknya “Haminte Manado” pada tahun 1919 oleh residen Wilhelm Frans Johannes  Kroon (residen Manado tahun 1915 -

2017-11-21T08:35:09+00:00 November 21st, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Wilayah Manado Saat Dua Onderdistrik

Wenang adalah nama awal Manado saat masih merupakan bagian dari wilayah Minahasa. Sebelum tahun 1926, luasnya hanya 2 km persegi. Menurut Hendrikus Benediktus Palar, cikal bakal Manado adalah wilayah pemukiman di sekitar benteng Amsterdam, yang bekas reruntuhannya telah dibangun  pertokoan dan eks pasar 45. Keberadaan pelabuhan Wenang (kini pelabuhan Manado) mendukungnya bertumbuh menjadi kota kecil 

2017-11-21T08:27:47+00:00 November 21st, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Walak (Manado) Bentukkan Belanda

Walak adalah bahasa Minahasa, yang artinya wilayah atau daerah, atau wilayah pakasaan atau negeri. Namun, di dalam kontrak 10 Januari 1679, walak oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda diartikan sebagai dorp (bahasa Belanda), yang artinya desa. Menurut Harsevein Manus Taulu, arti walak sebenarnya adalah dorpstaat (bahasa Belanda), yang artinya negara desa. Dijelaskannya bahwa sesuai penyelidikan Prof.

2017-11-20T08:36:13+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Trio Kharismatik Dewan Wali Pakasaan

Pada jaman dulu ada tiga serangkai berasal dari Tombulu. Mereka memiliki pertalian keluarga yang sangat dekat. Yang paling tua bernama Lontoh, kemudian Supit dan yang termudah adalah Paat. Istri Lontoh bernama Sumengkar alias Sengkar. Sengkar adalah adik dari Lewlew, ayah Paat. Sengkar sebelumnya telah menikah dengan Rapar dari Tombariri. Tapi Rapar telah meninggal. Rapar adalah

2017-11-20T07:53:26+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Tiga Tonaas Tombulu Pendiri Ares

Ares adalah salah satu nama pemukiman di kota Manado. Pendirinya adalah tiga Tonaas Tombulu, yang berasal dari Kinilow, Kakaskasen-Tomohon. Mereka adalah Lolong, Ruru dan Keba. Tak ada catatan tentang usia mereka. Tonaas merupakan gabungan dari kata tou dan taas (bahasa Minahasa). Tou artinya orang. Sedangkan taas adalah nama kayu, tapi ada juga mengartikannya sebagai bagian

2017-11-20T06:10:24+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|

Lima Kampung Di Sekitar Eks Benteng Amsterdam, Cikal Bakal Manado

Pada jaman Belanda, lokasi pemukiman di Manado dikenal dengan sebutan kampung. Pada tahun 1841, menurut Hendrikus Benediktus Palar di sekitar eks benteng Amsterdam terdapat 5 (lima) kampung, yaitu:  Manado, Ares, Klabat Bawah, Bantik dan Negeri Buhu (Baru). Kampung Manado yang dimaksud adalah sekelompok orang yang menyingkir dari pulau Manado (kini Manado Tua). Menurut Dr. Robertus

2017-11-20T05:43:39+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Sistem Kepemimpinan Ala Pakasaan Dan Walak

Sebelum Indonesia merdeka, Manado-Minahasa memiliki sistem pemerintahan berbentuk republik-republik negeri (wanua atau desa), yang disebut pakasaan. Tiap pakasaan dibagi lagi menjadi beberapa negeri kecil. Paesaan dan pahasaan, adalah nama awal sebelum berubah menjadi pakasaan. Pakasaan merupakan kesatuan dari beberapa walak. Pemimpinnya dipilih langsung oleh penduduk dari tokoh yang dituakan, disegani dan pemberani. Dalam struktur kepemimpinan,

2017-11-20T05:00:17+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|

Mengenal Waraney dan Pekikan I Yayat U Santi

Waraney artinya prajurit perang Minahasa termasuk Manado, yang pada waktu lampau masih merupakan bagian dari wilayah Minahasa. Waraney adalah orang-orang pilihan. Mereka terkenal pemberani, kuat dan perkasa. Selain sebagai prajurit perang, mereka juga bertugas sebagai penjaga keamanan desa. Pada jaman dulu, Manado-Minahasa memiliki sejarah panjang dalam perjuangan, seperti perang melawan perompak-perompak asal Mindanao-Filipina, perang dengan

2017-11-20T02:55:06+00:00 November 20th, 2017|Mengenal Manado|