Mengenal Kepala Walak dan Distrik Ares

Ares adalah wanua atau negeri (desa) tertua di kota Manado. Didirikan oleh tiga tonaas yang berasal dari Tombulu. Wanua Ares selama ratusan tahun dipimpin oleh para walak. Walak yang penah memimpin negeri Ares adalah sebagai berikut:

1.Lolong, adalah walak Ares pertama, merupakan kakek dari Paat Kolano. Tahun kepemimpinannya sebagai kepala walak Ares tidak diketahui. Ada tiga versi tentang Lolong. Versi pertama mengatakan bahwa Lolong adalah orang yang sama dengan Lolong Lasut.

Versi kedua mengatakan bahwa Lolong  dan Lolong Lasut adalah orang yang berbeda. Versi ketiga mengatakan bahwa Lolong Lasut adalah anak dari dotu Lolong. Versi  ketiga ini banyak dipercaya bahwa Lolong Lasut adalah anak dari Lolong.

2.Tololiu (bukan Tololiu Supit), tapi Tololiu yang namanya kadangkala ditulis Tululio. Ia menjadi walak Ares pada tahun 1606.  Diduga, ia merupakan kepala walak Ares yang ditemui oleh Cristoval Suares.

3.Tololiu (juga bukan Tololiu Supit). Ia menjadi kepala walak Ares pada tahun 1682. Diduga dialah yang mengatasnamakan kepala walak menandatangani perjanjian dengan gubernur Belanda di Maluku, Dr. Robertus Padtbrugge, pada tanggal 10 Januari 1679.

4.Rumondor. Tahun kepemimpinannya sebagai kepala walak Ares tak diketahui. Ia memiliki tiga istri, namun tidak memiliki anak. Atas kesepakatan dengan pasangan suami istri (Supit-Suanen), Rumondor mengangkat Tololiu Supit (anak dari Supit dan Suanen) sebagai anak angkatnya.

Suanen sebelum dinikahi oleh Supit adalah istri ketiga Rumondor, namun karena Rumondor sudah tua, ia mengijinkan Supit sebagai sahabatnya menikahi Suanen dan lahirlah anak yang diberi nama Tololiu Supit.

5.Tololiu Supit. Ia menjadi kepala walak Ares terhitung mulai tanggal 29 Agustus 1739 setelah melalui rapat umum Dewan Wali Pakasaan, dan diangkat sebagai Hukum Major Ares menggantikan Rumondor sebagai ayah angkatnya dan sekaligus mengganti kedudukan ayahnya (Pacat Supit ‘Sahiri’ Macex) sebagai sahiri ne Minahasa.

Kata sahiri merupakan perubahan bentuk dari kata sahizi (bahasa Tombulu-Minahasa), yang artinya saksi. Sedangkan sahiri ne Minahasa artinya wakil dan saksi bagi orang Minahasa.

Pengangkatan Toloiu Supit sebagai Hukum Major dikukuhkan oleh Marthen Lelivelt, gubernur Maluku di Ternate, sebagai wakil pemerintah kolonial Belanda.

Menurut Hendrikus Hubertus (Henri) Van Kol, Tololiu Supit dikukuhkan sebagai Hukum Major Ares atas pertimbangan jasa Almarhum ayahnya (Pacat Supit ‘Sahiri’ Macex), yang bergelar sahiri ne Minahasa.

Tololiu Supit memiliki dua orang putri, masing-,masing bernama Marawulawan dan Wongkol Tololiu. Marawulawan menikah dengan Lasut. Sedangkan putrinya yang bernama Wongkol Tololiu dinikahi oleh Xaverius Dotulong, kepala walak Tonsea.

6.Lasut (disebut juga dengan nama Lolong Lasut), anak mantu Tololiu Supit, menjadi kepala walak Ares pada tahun 1769-1801.

7.Londok Kambey ‘Dondokambey’ Lasut. Ia menjadi kepala walak Ares tahun 1801-1827 menggantikan Lasut (Lolong Lasut), ayahnya. Ia meninggal tahun 1827.

8.Bastian Hubertus Lasut, kakak kandung dari Joachim Bernard ‘Ruruares’ Lasut. Loway, adalah nama aliasnya. Ia menjadi kepala walak Ares pada tahun 1827-1842. Ia adalah anak dari pasangan suami istri Londok Kambey ‘Dondokambey’ Lasut dan Moingking

9.Joachim Bernard ‘Ruruares’ Lasut, adik kandung dari Bastian Hubertus Lasut. Namanya sebelum ia dibaptis menjadi Kristen adalah Rares (kependekan dari Ruruares). Menjadi kepala Distrik Ares pada tahun 1842-1866.

10.Oktavianus ‘Umboh’ A Lasut, adik dari  Joachim Bernard ‘Ruruares’ Lasut. Menjadi kepala Distrik Ares pada tahun 1866-1871.

11.Samuel Bernard Lasut, anak dari pasangan suami istri Joachim Bernard ‘Ruruares’ Lasut-Wuwu Manopo. Ia menjadi kepala Distrik Ares pada tahun 1871-1898, dan merupakan kepala Distrik  Ares terakhir. SolMont.***

2017-12-13T07:14:40+00:00 December 5th, 2017|Mengenal Manado|