Mengenal Nasi Kuning Khas Manado

Manado merupakan salah satu kota di Indonesia yang kaya akan kuliner. Selain Tinutuan, sarapan pagi lainnya adalah nasi kuning. Nasi kuning khas Manado tidak hanya dinikmati pada momen-momen tertentu seperti di beberapa daerah lainnya, misalnya nanti disajikan pada hari ulang tahun atau hari penting lainnya, namun di Manado nasi kuning merupakan menu setiap hari yang umumnya merupakan sarapan pada waktu pagi.

Bahan dasarnya adalah beras, santan kelapa, air perasan kunyit parut, daun pandan, batang serai yang dimemarkan, daun jeruk, dan sejumlah bahan penyedap rasa lainnya. Nasi kuning khas Manado gurih dan mengundang selera.

Santan kelapa sebagai salah satu bahan dasarnya membuat nasi kuning lebih enak dan gurih. Selain itu, santan kelapa sangat baik untuk pembentukan sistem imunitas atau kekebalan tubuh dan pertahanan dari berbagai jenis penyakit.

Bahan dasar lainnya , yaitu kunyit sebagai pewarna alaminya bersifat antiseptic dan anti bakteri; juga dapat berperan sebagai desinfektan untuk luka, keputihan, haid tidak lancar, diabetes melitus, meremajakan sel-sel tubuh, memperlancar atau memperbanyak ASI, mengobati batuk berlendir dan diare, mencegah tumor dan kanker, serta bermanfaat sebagai anti oksidan.

Menu pelengkap sajian nasi kuning adalah cakalang fufu atau daging sapi tumis, ditambah telur rebus dan dabu-dabu (sambal) yang rasanya bisa membuat tubuh berkeringat bahkan bisa membuat air mata tanpa disadari menetes; inilah salah satu kekhasan nasi kuning khas Manado, yaitu cita rasa sambalnya yang membuat mulut berkecap-kecap bagi yang tak biasa dengan rasa pedas. Bagi yang baru menikmatinya pasti akan berkata, “Dabu-dabunya pedaaaas.”

Nasi kuning khas Manado bisa dimakan saat panas maupun dingin, dan bisa dibawa pulang ke rumah. Dabu-dabu dan lauknya diolah  dari daging cincang yang ditumis.  Nasi kuning yang dibawa pulang ke rumah biasanya dibungkus sama-sama dengan dabu-dabunya, namun ada juga penikmatnya menginginkan agar dabu-dabunya dibungkus terpisah.

Kekhasan lainnya dari nasi kuning Manado tidak berbentuk kerucut seperti tumpeng. Juga tidak dibungkus dengan kertas atau daun pisang, tetapi dibungkus dengan daun woka (Livistona rotundifolia), yang banyak tumbuh di daratan Sulawesi Utara.

Hampir seluruh sudut kota Manado terdapat warung makanan yang menjual nasi kuning. Nasi kuning (yellow rice) merupakan makanan yang banyak digandrungi  warga Manado dan sekitarnya. Kampung Kodo di kelurahan Lawangirung dan Komo Luar adalah dua lokasi yang sudah familiar bagi masyarakat kota Manado sebagai tempat berjualan nasi kuning. SolMont.***

2017-11-13T02:02:21+00:00 November 13th, 2017|Mengenal Manado|