Mengenal Cita Rasa Tinutuan Wakeke-Manado

Makanan dan minuman tidak hanya membangkitkan selera, tapi juga merupakan rasa ungkapan terima kasih, persahabatan dan keakraban. Merupakan rasa hormat yang besar bila seseorang dibawa ke meja makan. Masyarakat kota Manado umumnya menjamu tamu dengan cara mengajaknya ke tempat makan. Banyak lokasi yang menyajikan kuliner bercita rasa khas Manado.

Salah satu kawasan kuliner yang terkenal di kota Manado terdapat di jalan Wakeke. Di kawasan yang panjangnya kurang dari 1 kilometer ini terdapat rumah makan yang menyediakan Tinutuan sebagai makanan tradisional khas Manado. Hampir semua rumah di Wakeke menjajakan Tinutuan.

Wakeke adalah nama jalan yang diambil dari nama burung bahkeke, dialek lainnya menyebut wakeke.  Merupakan lokasi pemukiman penduduk. Semula hanya terdapat beberapa rumah yang menjajakan Tinutuan. Tapi kemudian sejak tahun 2004 berkembang menjadi sebuah kawasan kuliner yang populer dengan Tinutuan sebagai bisnis kulinernya.

Banyak lokasi yang menjajakan Tinutuan di Manado, termasuk di hotel, namun cita rasa Tinutuan di Wakeke sangat berbeda. Bahannya dari sayuran segar, dimasak saat dipesan;  merupakan sarapan pagi yang enak ketika disantap saat panas.

Tinutuan atau yang dikenal oleh orang di luar Manado dengan sebutan bubur  umumnya hanya dikonsumsi pada pagi hari. Kenikmatannya terasa saat masih panas, sehingga langsung dinikmati di tempat pengolahannya. Jarang penikmatnya membawa ke rumah, apalagi jaraknya jauh, kecuali dalam jarak dekat, karena kenikmatannya akan hilang bila dingin.

Bahan baku Tinutuan tidak mengandung daging, tetapi merupakan campuran dari berbagai jenis sayuran segar; sayur yang digunakan antara lain bayam, kangkung, gedi, sambiki (labu merah), beras dan singkong. Sambiki (pumpkin) diproses dalam bentuk adonan, lalu dimasak bersama beras dan singkong, namun ada juga Tinutuan yang sambiki-nya hanya dipotong-potong sebesar irisan daging. Sajian Tinutuan di Wakeke menggunakan sambiki yang diproses dalam bentuk adonan.

Tinutuan lebih nikmat jika disantap bersama ikan cakalang fufu, nike goreng (ikan kecil yang hanya ada di danau Tondano), perkedel milu (jagung). Juga ada yang menyantapnya bersama tahu dan tempe. Bumbu penyedapnya adalah bawang goreng dan daun kemangi. Bahan penyedap rasa lainnya adalah dabu-dabu (sambal) yang diolah dari ikan roa dicampur dengan cabe dan bumbu penyedap rasa lainnya.

Ada dua jenis Tinutuan, yaitu Tinutuan biasa dan campur. Tinutuan campur di dalam buburnya ditambahkan mie. Sedangkan Tinutuan biasa tidak ditambahkan mie. Keduanya memiliki cita rasa yang lezat. Peluh kadang mengalir akibat perpaduan dabu-dabunya yang pedas sedap dan buburnya yang hangat. Kelezatannya tak terceritakan; jika belum merasakan, selera akan terpuaskan  bila datang ke Wakeke dan langsung menikmatinya.

Singkong yang merupakan bahan dasar Tinutuan selain sebagai sumber karbohidrat memiliki lemak dan sodium rendah, serta mengandung mineral mangan dan vitamin C. Bahan lainnya, bayam segar memiliki nilai nutrisi tinggi dan kaya akan anti oksidan. Salah satu bumbunya, yaitu daun kemangi (basil) sesuai hasil riset para ilmuwan didapati memiliki anti oksidan, anti kanker, anti virus dan anti mikroba. Karena itu, setiap orang yang pernah menikmatinya memiliki komentar yang sama bahwa Tinutuan adalah makanan yang sehat, bergizi, enak dan nikmat.

Usai menikmati kelezatan Tinutuan. Hidangan lainnya yang mengundang selera adalah pisang goroho (Musa acuminate) goreng. Cita rasanya lembut dan nikmat saat disantap masih panas. Dabu-dabu (sambal) ikan roa bercampar  rica merupakan penambah kelezatannya. Sama lezat dan larisnya dengan Tinutuan. Tak kenyang rasanya jika usai menikmati Tinutuan tanpa menyantap pisang goroho (Musa acuminate) sebagai pelengkap sarapan pagi.

Tinutuan merupakan bubur yang sehat (healthy porridge). Hampir semua tamu dan turis yang datang ke Manado pernah menikmati kelezatannya. Duta Besar RI untuk Jerman, Dr. Eddy Pratomo dan Konjen Amerika Serikat yang berkantor di Surabaya, Joaquin F. Monserrate didampingi Walikota Manado, Dr. G.S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA pernah menikmati kelezatan Tinutuan di Wakeke.

Sebelum datang di Manado, saya telah diberi tahu teman kalau ingin menikmati Tinutuan datang saja di Wakeke,” ujar Joaquin,Kandungan vitamin, mineral dan serat pada ubi, labu dan sayuran pada bubur Manado mengandung nutrisi yang sehat.” SolMont***

2017-11-13T08:11:09+00:00 November 13th, 2017|Mengenal Manado|