Mengenal Kelurahan Paniki Bawah

Terdapat dua versi tentang arti Paniki Bawah. Versi pertama, mengatakan bahwa  Paniki Bawah diambil dari kata pangingikian wawa (bahasa Tombulu),  yang artinya gigitan bawah. Tidak ada penjelasan apa yang dimaksud dengan gigitan di bagian bawah.

Dalam perkembangannya, kata pangingikian mengalami perubahan bentuk dan lafal  menjadi paniki (bahasa Manado), yang artinya kelelawar (Rousette celebensis).

Versi kedua mengatakan bahwa Paniki Bawah berasal dari kata kiniki wawa’(bahasa Tonsea). Kiniki yang artinya digigit. Wawa’  artinya ke bawah. Kiniki wawa’ artinya digigit ke bawah (kerongkongan).

Menurut versi kedua ini, Paniki Bawah sebelum berubah fungsi menjadi lokasi pemukiman adalah daerah hutan yang terdapat banyak babi hutan, dan merupakan lokasi perburuan. Versi kedua ini juga memperjelas arti pangingikian wawa yang tidak diketahui di dalam versi satu.

Para pemburu memiliki anjing-anjing terlatih untuk berburu babi hutan. Saat berburu, anjing mengejar dan menggit babi hutan berdasarkan perintah pemiliknya. Kiniki wawa’, adalah kata perintah yang diteriakkan oleh para pemburu saat mereka menemukan babi hutan. Anjing yang mendengar perintah tuannya langsung mengejar dan menggigit babi huta di bagian bawah kerongkongannya hingga mati.

Dalam perkembangannya, kata kiniki wawa’, yang artinya digigit di bagian bawah (kerongkongan) berubah menjadi paniki bawah dan disepakati sebagai nama pemukiman yang diberi nama Paniki Bawah.

Kata paniki, baik dalam versi pertama maupun kedua tidak memiliki keterkaitan dengan pangingikian wawa dan kiniki wawa’. Sepertinya, kata paniki hanya dihubung-hubungkan.

Ada tiga kelurahan bernama Paniki, yaitu Paniki Satu, Paniki Dua dan Paniki Bawah. Sedangkan Paniki Atas termasuk dalam wilayah administrasi kecamatan Talawaan-Minahasa Utara. SolMont.***

2017-11-09T01:24:42+00:00 November 9th, 2017|Mengenal Manado|