Apel KORPRI Oktober 2017, Pelayan Rakyat Pastikan Kepentingan Publik Dapat Terpenuhi

Membangun kota cerdas dimulai dari birokrat yang juga cerdas. Konteksnya pegawai KORPRI yang paham tupoksi, tidak menunda kerja, dan tidak mempersulit orang lain dalam kerja. Pelayan rakyat dipercayakan untuk menata berbagai hal, memastikan bahwa kepentingan publik dapat terpenuhi, agar warga kota Manado dapat mengolah kehidupan dalam situasi aman, nyaman dan menyenangkan.

Hal itu diungkapkan oleh pembina apel Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Wakil Walikota (Wawali) Mor D Bastiaan dalam awal sambutannya pada Apel KORPRI Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa 17 Oktober 2017 pagi hari di Lapangan Sparta Tikala.

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pegawai sebanyak 5972 PNS di Pemkot Manado (menurut data SIMPEG BKD Kota Manado sampai bulan Oktober 2017)  agar dapat mengimbangi segi kuantitas, telah terwujud seperti dengan diadakannya berbagai bimbingan teknis bagi para pegawai yang menangani atau menjadi operator dalam hal-hal khusus.

Wawali menyampaikan bahwa situasi dan perkembangan zaman mendorong PNS sebagai abdi masyarakat untuk beradaptasi (menyesuaikan diri). “Harus memahami dan menguasai teknologi terkini, serta mampu menerapkannya di lingkungan kerja, agar kualitas kinerja meningkat, dan pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan lebih memuaskan. Setelah bisa beradaptasi, niscaya bahkan dapat berakselerasi, dengan mengembangkan pengetahuan dan teknologi, serta merumuskan kebijakan dan perencanaan program kegiatan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jauh ke depan. Berakselerasi berarti menjadi manusia visioner, bukan lagi sekedar bekerja mekanis,” kata Wawali.

Lanjut, Wawali membagikan sikap optimis kepada para PNS. “Saya percaya, segenap jajaran Pemerintah Kota Manado dapat beradaptasi dan berakselerasi dengan kemajuan zaman. Kuncinya adalah pada mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja). Pola pikir terbuka memampukan kita belajar dan berusaha, sementara budaya kerja yang berlandaskan disiplin dan profesionalisme menuntun kita pada keberhasilan dan prestasi. Beradaptasi dan berakselerasi. Pahami, kuasai, dan kembangkan. Itulah yang dapat kita upayakan untuk membangun kota Manado sebagai Smart City,” terang Wawali.

Dari pandangan luar, kinerja pegawai mungkin terlihat sederhana dan begitu-begitu saja dari tahun ke tahun, berkutat dengan kebersihan, ketertiban, administrasi dan pelayanan publik, namun kerja sesederhana apapun bila dilakukan dengan kesadaran dengan motivasi untuk melakukan yang terbaik, niscaya akan berbuah manis.  Wawali mengatakan bahwa buah yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk jenjang karir atau nama baik, namun terutama dari kepuasan masyarakat, bahwa kota Manado dapat berkembang lebih baik dari waktu ke waktu.

Di akhir sambutannya, Wawali memberikan ilustrasi bagaimana membangun Kota Manado. “Pada akhirnya, mari kita pahami, bahwa membangun kota Manado sama seperti menanam pohon. Buahnya mungkin tidak kita nikmati hari ini, tapi itu no problem. Karena kita menanam pohon bukan untuk kita sendiri, melainkan untuk anak cucu kita,” ucap Wawali menutup sambutannya.

Apel dirangkaikan dengan penyerahan jabatan secara simbolis kepada Asisten 1 Micler Lakat, Kepala BP2RD Harke Tulenan, dan Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Heri Saptono.

(MM/AM)

2017-10-18T01:55:10+00:00 October 17th, 2017|Berita|