TP-PKK Kota Manado Raih Juara Satu Festival Pangan Tingkat Provinsi Sulut

(manadokota.go.id) Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni mendapat juara satu Festival Pangan non Beras non Terigu. Dalam festival yang diikuti TP-PKK dari 15 kabupaten/kota se-Sulut itu dengan tim penilai dari Kantor Pusat Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian, kemudian unsur TP-PKK Provinsi Sulut serta unsur Akademisi dari Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat.

TP-PKK Kota Manado, berhasil menampilkan produk pangan non-beras dan non-terigu dengan baik. Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang turut didampingi Kadis Ketahanan Pangan Recky Sondakh mengatakan, keikut-sertaan TP-PKK Kota Manado pada kegiatan Festival Pangan telah diawali dengan kegiatan Lomba Cipta Menu (LCM) tingkat Kota Manado yang dilaksanakan tanggal 20 September 2017 lalu. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, pentingnya penerapan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA. Ini juga sekaligus untuk mengajak masyarakat atau ibu-ibu PKK agar mampu meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal,” ujar isteri tercinta Walikota Manado. Menurutnya, sebagai kota yang berdaya saing dan berkualitas, aspek konsumsi pangan dan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. “Oleh karena itu, perwujudan ketahanan pangan Nasional secara strategis dimulai dari pemenuhan pangan ditingkat rumah tangga, yang secara kumulatif akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan ditingkat kota, provinsi dan nasional. Setiap warga atau keluarga yang berada di Kota Manado tentu berhak memiliki suatu ketahanan pangan, yaitu suatu kondisi yang menunjukkan terpenuhinya pangan di tingkat rumah tangga secara mencukupi, berkualitas, aman, merata dan terjangkau,” tandas Prof Paula. Dikatakan, aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Bukti empiris menunjukkan kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. “Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral, yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” pungkas Prof Paula.

(humas***)

2017-10-04T03:14:52+00:00 October 2nd, 2017|Berita|