Manado Fiesta 2017 Jadi Magnet Pariwisata Dunia

Sejak 12 tahun terakhir ketika kota Manado mencanangkan visinya berkonten pariwisata, perubahan demi perubahan tampak nyata, lompatan kemajuan terus terjadi, nama Manado kian terkenal dan harum semerbak.

Dalam kepemimpinan GS. Vicky Lumentut dan Mor D. Bastiaan, yang mengusung visi Manado Cerdas (Cendekia, Ekowisata, Religi, Daya saing, Aman, dan Sehat sejahtera) menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas.

Untuk mewujudnyatakan visi berkonten pariwisata tersebut, tanggal 2 hingga 10 September 2017, kota Manado akan menggelar event berkelas internasional dengan tajuk Manado Fiesta 2017 di sejumlah lokasi seperti kawasan Boulevard, Manado Town Square (Mantos), area konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) gunung Tumpa, kawasan hotel Lion, Taman Kesatuan Bangsa (TKB), dan di area Tugu Lilin.

Festival berkelas internasional ini diberi nama F7. F7 merupakan nama depan dari 7 kegiatan festival, yaitu Fisco (fish and coral), Fashion, Food, Fun Music, Flying, Fair dan Faith.

Fisco (fish and coral) merupakan karnaval yang bertemakan keindahan alam bawah laut Taman Nasional Laut Bunaken,  yang akan digelar di kawasan Boulevard Manado pada tanggal 2 September 2017.

Karnaval Fisco diikuti oleh instansi pemerintah kabupaten/kota se Sulawesi Utara dan pihak swasta seperti Bank, Hotel, perusahaan-perusahaan lokal dan nasional. Kegiatan yang akan dilakukan adalah pawai kendaraan hias dan fashion karnaval (parade kostum).

Fashion merupakan pertunjukan Manado Fashion Show baik untuk pria maupun wanita, yang bertemakan kaeng (kain) Manado.

Kegiatan lomba fashion show diawali dengan workshop. Para pembicara yang dihadirkan dalam workshop adalah putri Indonesia 2016 Kezia Warouw, dan designer Coretta Kapoyos.

Lomba fashion show dibagi dalam tiga kategori, yaitu gaun malam, gaun formal dan kasual. Peserta dibuka untuk umum, dengan persyaratan berusia di atas 17 tahun, dan menggunakan kaeng Manado sebagai salah satu unsurnya, baik modifikasi maupun variasinya.

Food atau Manado culinary festival, merupakan festival kuliner khas Sulawesi Utara, terutama kota Manado, dengan menyajikan beragam menu tadisional dan nasional, yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 10 September 2017 di Boulevard.

Banyak tempat untuk berburu kuliner lezat dan unik. Memburunya di restoran dan café itu sudah biasa. Tapi memburunya di Manado culinary festival memiliki sejumlah kesan dan cerita menarik.  Makanan dengan berbagai jenis dan cita rasa tersaji di sini.

Kegiatan food atau Manado culinary festival terdiri dari tiga kegiatan. Pertama, workshop kuliner, yaitu tentang cara pembuatan dan penyajiannya. Kedua, lomba kuliner, yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu masakan tradisional, masakan nasional dan masakan ekstrim.

Peserta lomba adalah para chef (juru masak) yang mewakili perhotelan, rumah makan dan restoran maupun masyarakat umum. Festival lomba bakar ikan dikhususkan untuk peserta yang mewakili restoran dan rumah makan.

Ketiga, adalah festival sambal. Festival ini akan melombakan berbagai jenis dabu-dabu (sambal), yang merupakan salah satu ikon kuliner masyarakat Sulawesi Utara. Ide-ide kreatif meracik dabu-dabu  akan terlihat di sini dan akan menjadi inspirasi bagi industri makanan modern.

Fun Music. Festival ini bertemakan Manado By Jazz dan Manado Traditional Music Festival. Diselenggarakan dalam tiga jenis kegiatan, yaitu International Choir Festival, Choir Competition dan simposium.

Pesertanya berasal dari mancanegara dan domestik. Juri dan pembicara simposium berasal dari tingkat internasional dan nasional.

Festival musik jazz dikolaborasikan dengan musik tradisional dilaksanakan di pesisir pantai Manado. Dimaksudkan agar para pengunjung dan pemusik jazz dapat menikmati pemandangan indah teluk Manado, yang dibentengi tiga pulau wisata eksotik, yaitu Bunaken, Siladen dan Manado Tua.

Flying merupakan event olah raga udara (aerial sports) berskala nasional yang terdiri dari paragliding (paralayang), paramotor, dan parachuting (terjung payung). Paramotor termasuk jenis olah raga paralayang yang diberi tambahan motor propeller sehingga pilot bisa melakukan terbang (take of) tanpa harus melakukan lompatan (jumping) dari ketinggian.

Flying dilaksanakan di Taman Huta Raya (Tahura) gunung Tumpa pada tangga 3 September 2017 dengan tiga jenis kategori, yaitu pragliding, paramotor dan parachuting. Ketiganya merupakan olahraga bagi orang-orang yang senang memacu adrenalin sekaligus berpetualang sambil refresing.

Fair atau Manado Fair 2017, merupakan salah satu event dalam bentuk pameran potensi wisata dan souvenir kerajinan daerah Sulawesi Utara, khususnya kota Manado.

Stand-stand yang disediakan diisi oleh para stakeholder pariwisata, instansi pemerintah dan swasta yang terkait untuk memamerkan potensi wisata, souvenir dan hasil kerajinan khas Sulawesi Utara, khususnya kota Manado.

Faith dilaksanakan dalam bentuk Festival Religi dan  Manado Thanksgiving 2017. Untuk kegiatan Festival Religi, pemerintah kota Manado bekerjasama dengan BKSAUA mengadakan kegiatan “Konser Bersama antarumat beragama”  dan melakukan berbagai jenis lomba  di sejumlah tempat di kota Manado seperti di Taman Berkat, Tugu Lilin, Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Lapangan Sparta Tikala, dan di Lapangan Ternate sejak tanggal 2 -10 September 2017 atau sepanjang pelaksanaan Manado Fiesta 2017.

Sedangkan pengucapan syukur (thanksgiving) akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017. Kegiatan perayaan syukur ini akan dihadiri oleh sebagian besar warga kawanua yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Mereka datang pulang kampong (kampong) menyaksikan kota Manado yang semakin beda karena telah mengalami sejumlah lompatan kemajuan.

Banyak hari bahagia yang bisa dilewati tanpa perlu merasa kesepian. Salah satunya adalah acara thanksgiving Manado. Pada tanggal 10 September 2017, seluruh masyarakat Manado menyiapkan makanan dan minuman untuk menjamu tamu yang datang berkunjung.

Berbagai jenis masakan khas Manado yang membuat lidah bergoyang dan peluh tak hentinya menetes akan tersaji saat thanksgiving, yang baru pertama kali diadakan secara masal dan serentak untuk mensyukuri berkat Tuhan.

Tawa riuh, perut kenyang, hati senang dan persahabatan yang tercipta menjadi tambahan yang patut disyukuri di hari thanksgiving, sebuah tradisi yang positif dan baik untuk ditiru. *** SolMont.

2017-08-21T03:01:27+00:00 August 21st, 2017|Mengenal Manado|