Pembangunan Jalur Hijau Boulevard dan Graha Religi Manado, Harus Tepat Waktu dan Tepat Mutu

(manadokota.go.id) Walikota Manado GS Vicky Lumentut, bersama Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jalur hijau kawasan jalan Piere Tendean Boulevard, Rabu (26/07/2017). Pembangunan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Manado sebesar Rp.3,769 Miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang langsung action.

Dalam sambutannya, Walikota Manado menegaskan gencarnya pembangunan yang dikerjakan sekarang ini, merupakan implementasi dari janji politik yang disampaikan saat beliau mencalonkan diri sebagai pemimpin Kota Manado, dengan harapan pembangunan tersebut mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk warga masyarakat. ”Pembangunan ini merupakan janji saya dan Pak Mor saat mencalonkan diri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado. Kami berharap dukungan penuh dari semua elemen di Kota Manado, termasuk dukungan warga masyarakat untuk pembangunan jalur hijau ini,” ujar Walikota.

Dinas PUPR sebagai penanggungjawab pekerjaan diminta untuk memperhatikan kualitas pekerjaan, berikut pengawasan jangan sampai pekerjaan selesai tetapi kualitas diragukan. ”Saya minta kepada Dinas PUPR agar memperhatikan kualitas pembangunan. Seperti trotoar, tegelnya harus yang bagus. Jangan sampai kualitasnya jelek, kemudian misalnya nanti jika ada orang yang celaka, Walikota juga yang disalahkan,” kata Walikota. Kontraktor juga diingatkan agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu, agar warga masyarakat yang menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah dapat merasa nyaman.

Selain pembangunan jalur hijau Jalan Piere Tendean, secara bersamaan juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Graha Religi, di kawasan eks Kampung Texas, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang. Pembangunan Graha Religi menelan anggaran sebesar Rp.7,4 Miliar, terdiri dari APBD Kota Manado Rp.5 Miliar dan dana sharing pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rp2,4 Miliar.

Peletakan batu pertama di dua lokasi terpisah tersebut, diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Hanny Montolalu, S.Th. Turut hadir, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado Pdt. Roy Lengkong, S.Th, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1309 Manado Letkol Arm Toar Pioh, serta para pejabat dilingkup Pemerintah Kota Manado. (ESAM)

2017-07-27T09:21:01+00:00 July 27th, 2017|Info Penting|