Mengenal Kampung Merdeka

Kampung Merdeka, adalah lokasi pemukiman penduduk di tepi sungai Tikala. Sangat rawan banjir. Masuk dalam wilayah administrasi kelurahan Dendengan Dalam (Dendal). Masyarakat Kampung Merdeka juga menyebutnya Denmar, yang merupakan akronim dari Dendengan Merdeka, maksudnya Dendengan kampung Merdeka.

Menurut Amirulah Saleh, umur 60 tahun dan Roy Saleh, umur 56 tahun, keduanya warga kampung Merdeka lingkungan I  Dendengan Dalam, bahwa penduduk kampung Merdeka adalah pindahan dari Kampung Texas. “Pemukim awal kampung Merdeka, adalah pindahan dari penduduk  kampung Texas Tua,” ujar Roy Saleh, kepala lingkungan I Dendengan Dalam.

Eks kampung Texas, adalah lokasi pemukiman yang terletak di antara pelabuhan Manado dan Jumbo Swalayan. Terakhir penduduknya  dipindahkan oleh pemerintah kota Manado pada tahun 2005. ke Mayondi kecamatan Singkil-Manado.

Kampung Merdeka  bukan nama yang diberikan oleh pemerintah kota Manado. Kata Merdeka adalah bahasa slang (bahasa gaul) yang diberikan oleh masyarakat yang menempatinya. Nama yang diberikan oleh pemerintah adalah kelurahan Dendengan Dalam, namun masyarakat penghuninya  lebih familiar menyebutnya kampung Merdeka.

Kampung Merdeka pada awalnya adalah lokasi pemukiman kecil, tapi lama-kelamaan bertambah besar hingga menjadi 3 (tiga) lingkungan, yaitu Dendengan Dalam lingkungan I, II dan III.

Mengapa dinamakan kampung Merdeka? Menurut Amirulah Salehdi kampung Texas, yang merupakan lokasi pemukiman awal mereka adalah daerah rawa dan rawan banjir, dan sering terjadi keributan dan perkelahian, sehingga penduduk merasa tidak aman atau tidak merdeka.

Untuk menghindari genangan banjir dan keributan di kampung Texas, sebagian penduduk sekitar tahun 1960-an berinisiatif membangun pemukiman baru di Dendengan Dalam, dan dinamai kampung Merdeka. Kata Merdeka diartikan bahwa mereka sudah bebas atau merdeka dari banjir dan perkelahian yang sering terjadi saat mereka masih di tinggal kampung Texas. SolMont.

2017-08-02T00:02:28+00:00 July 26th, 2017|Mengenal Manado|