Mengenal Kampung Malvinas

Kampung Malvinas, adalah lokasi pemukiman penduduk di tepi sungai Tikala. Terbagi atas dua kampung, yaitu kampung Malvinas I dan II. Keduanya masuk dalam wilayah administrasi kelurahan Paal IV. Malvinas Satu berada di kelurahan Paal IV lingkungan 5, sedangkan Malvinas Dua berada di kelurahan Paal IV lingkungan 6

Latif Damili, umur 84 tahun, warga masyarakat Malvinas I, mengatakan bahwa kampung Malvinas sebelum menjadi lokasi pemukiman dikontrak oleh warga negara Jerman bernama Kuir Meyer. Setelah kontrak Kuir Meyer dengan pemerintah Indonesia habis pada tahun 1976, masyarakat masuk dan mendudukinya.

Dijelaskannya bahwa pada tahun 1981, yang bermukim di Malvinas I baru 4 keluarga.  “Lapangan olah raga Malvinas I sebelumnya adalah bekas rumah penduduk. “Saat lapangan dibangun tahun 1983, sebanyak 15 kepala keluarga yang menempati lapangan dipindahkan ke lokasi lain,” ujar Damili.

Pada tahun 1982 terjadi ketegangan antara masyarakat yang mendudukinya dengan petugas keamanan gabungan. untuk memperebutkan lokasi yang kini menjadi kampung Malvinas. Sejumlah rumah di kampung Malvinas II akibat ketegangan itu terbakar.

Hendrik Wokas, umur 69 tahun, warga masyarakat Malvinas I, mengatakan bahwa ketegangan antara masyarakat dengan petugas keamanan gabungan hanya terjadi di kelurahan Paal IV lingkungan 6 (kampung Malvinas II). “Peristiwa itu tidak terjadi di Malvinas I, karena masyarakat di kampung Malvinas I mendiaminya atas ijin gubernur Sulawesi Utara saat itu, Gustaf Hendrik Mantik,” ujarnya.

Malvinas bukan nama yang diberikan oleh pemerintah, tetapi merupakan bahasa slang (bahasa gaul) yang diberikan oleh masyarakat penghuninya. Nama yang seharusnya adalah kelurahan Paal IV lingkungan 5 dan 6, namun masyarakat Manado mengenalnya kampung Malvinas.

Boyke Kaseger, umur 52 tahun, kepala lingkungan 6 kelurahan Paal IV (kampung Malvinas II) mengatakan bahwa dulu kampung Malvinas sebelum masuk Paal IV adalah wilayah kelurahan Tikala Baru Lingkungan 6.

Dijelaskannya bahwa keributan terjadi akibat pemilik lahan dan masyarakat yang mendudukinya tidak mencapai titik temu. Pemilik lahan menggunakan aparat untuk mengamankannya. Hal tersebut menyebabkan emosi masyarakat tersulut, sehingga terjadi ketegangan.

Peristiwa ketegangan itu terjadi pada tahun 1982, bertepatan dengan meletusnya perang antara Britania Raya (Inggris) dengan Argentina yang memperebutkan kepulauan Falkland, namun Argentina menyebutnya Malvinas. Peristiwa ketegangan yang bertepatan kejadiannya dengan perang Malvinas tersebut mengilhami masyarakat menamai lokasi yang diperebutkan itu dengan nama kampung Malvinas. SolMont.

2017-07-26T06:12:01+00:00 July 26th, 2017|Mengenal Manado|