Mengenal Fam Orang Manado-Minahasa

Sejak kapan dan mengapa orang Manado dan Minahasa menggunakan fam? Penggunaan nama Fam mulai digunakan pada tahun 1831 oleh dua penginjil asal Jerman yang diutus Nederlandsch  Zendeling  Genotschap (NZG), badan pekabaran Injil asal Belanda. Mereka adalah Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz. Namun, jauh sebelum kedatangan Riedel dan Schwarz, orang Manado-Minahasa secara turun -temurun sudah menggunakan nama leluhur atau nenek moyang mereka kepada anak-anak mereka.

Riedel dan Schwarz memberikan nama fam pada saat mereka membaptis anak. Nama fam yang diberikan berasal dari nama fam ayah bayi yang dibaptis. Namun saat itu nama fam masih digunakan secara terbatas. Belum semua orang menggunakannya.

Pencantuman nama fam berikutnya diatur oleh residen Reiner Scherius (1850-1851) akibat pemberlakukan pajak (belasting). Itupun hanya terbatas bagi orang yang membayar pajak. Menurut Jan F. Menayang (2004), penggunaan nama fam secara menyeluruh di Manado dan Minahasa berlaku sejak tanggal 4 Oktober 1864 berdasarkan staatsblad (lembaran negara) Nomor 142.

Fam, merupakan singkatan dari kata familienaam (bahasa Belanda), yang artinya nama keluarga. Di daerah lainnya seperti Batak disebut marga, dan ada juga menyebutnya nisbah. Selain Manado dan Minahasa, ada juga di daerah Sulawesi yang menggunakan fam, antara lain Sangihe, Sitaro, Talaud, Bolaang Mongondow dan Gorontalo.

Fam diturunkan kepada anak berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki, atau mengikuti garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah (patrilineal), yang diberikan secara turun-temurun dari kakek kepada bapak, anak, cucu, cicit, dan seterusnya.

Nama fam diturunkan secara otomatis dari ayah kepada anaknya, tapi hanya berlaku bagi anak yang lahir dalam perkawinan yang sah. Sedangkan anak yang lahir tanpa ayah umumnya menggunakan fam dari ibunya, atau berdasarkan kesepakatan, yaitu bisa menggunakan nama fam dari kakek atau omanya.

Pencantuman nama fam orang Manado dan Minahasa sama dengan pencantuman nama marga dalam kebudayaan Barat, dan atau kebudayaan yang terpengaruh oleh budaya Barat, yaitu dicantumkan di belakang nama kecil, sehingga ada yang menyebutnya nama belakang. Misalnya Mars Leo Yupiter. Yupiter adalah nama fam.

Lain halnya dengan budaya Tionghoa dan negara Asia Timur lainnya. Nama marga atau fam diletakkan di depan nama kecil. Selain itu, ada juga kebudayaan yang tidak menggunakan fam atau marga atau nisbah, suku Jawa misalnya.

Bagi wanita yang sudah menikah, nama fam suami diletakkan sebelum nama famnya. Misalnya sang suami bernama Mars Leo Yupiter, sedangkan sang istri bernama Gita Rita Venus. Yupiter adalah nama fam suami dan Venus adalah nama fam istri. Setelah mereka menikah, sang istri wajib menyandang fam suaminya, sehingga namanya akan menjadi Ny. Gita Rita YupiterVenus; dan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan dan sosial, keduanya akan dikenal sebagai keluarga Yupiter-Venus.

Penulisan nama fam tidak boleh disingkat, tetapi harus ditulis lengkap. Misalnya Mars Leo Yupiter tidak boleh ditulis Mars Leo Y, tetapi ditulis M. L. Yupiter atau Mars L Yupiter. Jadi, yang bisa disingkat hanya nama depan atau nama kecil, sedangkan nama besar atau fam tidak boleh disingkat.

Sifat, kepribadian, tempat tinggal, pekerjaan, perjuangan dan sebagainya menjadi acuan arti nama fam yang diturunkan dari nenek moyang. Misalnya fam Mamuaya diambil dari kata wuaya (bahasa Toulour, Tombulu dan Tonsea-Minahasa), yang artinya berani atau pemberani.

Pencantuman fam dimaksudkan agar nama fam yang diwarisi dari leluhur tidak mudah diganti atau tidak dipakai oleh orang lain dengan sembarangan karena menyangkut hubungan darah dan keluarga.

Bagi orang Manado dan Minahasa, fam merupakan nama besar dan memiliki makna penting karena berbagai alasan seperti menandakan silsilah garis keturunan, bukti penerus generasi, merupakan identitas pribadi yang membuat seseorang mudah dikenali, mengakrabkan dan mendekatkan hubungan dengan orang yang baru dikenal, menaikkan derajat jika ada orang yang sama fam berhasil atau sukses, orang sama fam berarti satu rumpun dan tidak boleh menikah; singkatnya fam adalah sebagai simbol penerus keluarga, menyangkut harga diri dan martabat. SolMon***

2017-07-05T01:44:59+00:00 July 3rd, 2017|Mengenal Manado|