Pasar Bersehati, Pusat Bisnis Masyarakat Menengah Ke Bawah

Pasar Bersehati, Pusat Bisnis Masyarakat Menengah Ke Bawah

Jam 03.00 subuh, saat matahari pagi belum bersinar di langit kota Manado, pasar Bersehati mulai berdenyut mengawali aktivitasnya. Dibalik remang-remang gelap subuh, kendaraan pick up, motor dan gerobak keluar masuk mengangkut hasil bumi. Ikan, sayur-sayuran, rempah-rempah dan buah-buahan berdatangan dari berbagai pelosok Minahasa. Para pedagang sibuk mengatur dan menata berbagai jenis barang dagangannya untuk menyambut datangnya pembeli di pagi hari.

Pasar Bersehati dibangun tahun 1973. Posisinya sangat strategis. Terletak bersebelahan dengan pelabuhan Manado, yang bagian atasnya dilewati jembatan Soekarno. Keberadaannya memiliki tempat  tersendiri di hati masyarakat. Merupakan pasar tradisional terbesar, baik dari jumlah pedagang, kios dan los maupun dari jumlah orang yang datang berbelanja.

Berdasarkan data BPS kota Manado tahun 2014, di kompleks pasar Bersehati terdapat 176 kios dan 1171 los. Mereka mencari nafkah dan menggantungkan hidupnya dari keberadaan pasar tradisonal yang memiliki luas 5 Ha ini. Juga terdapat warung kopi dan makanan, khususnya yang menjual makanan khas Manado seperti tinutuan, mie cakalang, pisang goreng dan berbagai jenis makanan dari daerah lainnya di nusantara.

Jenis barang dagangan yang dijual di pasar Bersehati adalah barang-barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, gula, tepung dan jenis sembako lainnya. Bahan sembako tersebut ada yang dijual secara grosir.  Barang dagangan lainnya seperti sayur, ikan dan daging biasanya dijual di lokasi sesuai namanya. Barang dagangan seperti rica (cabe), tomat, bawang, jeruk dan rampah-rampah campur, adalah  bahan penyedap rasa dan penambah selera yang banyak dicari oleh ibu-ibu rumah tangga.

Buah-buahan seperti pisang, kelapa muda, salak, mangga, nangka, dan jenis buah-buahan lainnya dijual di lokasi khusus, yang diberi nama Pasar Buah. Lokasinya adalah eks kuala Jengki yang direklamasi/ ditimbun oleh pemerintah.

Selain menjual beraneka ragam barang dan bahan makanan, pasar Bersehati juga menjual baju-baju, tas, sepatu, accesories dan peralatan lainnya yang dibutuhkan masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

Bersehati merupakan akronim dari kata Bersih, Sehat, Aman, Tetib dan Indah. Kata Bersehati digunakan sebagai nama pasar sekitar tahun 1985 pada masa Walikota Manado, Ir. Nayoan Habel Eman (1985-1995).

Pasar Bersehati merupakan gabungan dari dua pasar, yaitu pasar Ikan (dekat eks terminal Calaca) dan pasar Kuala Jengki. Tahun 2005, jumlah pedagang di pasar Bersehati  mendapat tambahan dari pindahan eks pasar 45.

Pembeli yang berbelanja di pasar Bersehati terdiri atas dua kategori. Kategori pertama, adalah masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Kategori kedua, adalah masyarakat yang berbelanja sejumlah komoditi untuk diolah dan dijual kembali.

Pasar Bersehati tidak hanya menjadi salah satu pusat perdagangan masyarakat Manado, tapi juga menjadi tumpuan harapan masyarakat dari daerah-daerah lainnya  di provinsi Sulawesi Utara maupun beberapa provinsi terdekat lainnya untuk meningkatkan kehidupan ekonominya.***

2017-05-17T04:59:24+00:00 May 17th, 2017|Bisnis Manado, Uncategorized|